Monday, April 19, 2010

Bukan gadis biasa (1)

Ana adalah gadis yg sangat sederhana,kulitnya sawo matang,tinggi pas2an.. bahkan cenderung lebih kecil dari saodara2nya.. tetapi.. ana adalah gadis yg luar biasa...
biarpun terlahir dikeluarga yg sgt sederhana dan bukan ahli agama... ana selalu berusaha menjadi anak yg baik,anak yg sholehah... dan selalu mencoba menjadi adik yg biak untuk kaka2nya dan kaka yg baik untuk adik-adik-nya..

walaupun dia sangat sederhana.. tak jarang dia diapelin ikhwan bila malam minggu datang
yah.. kehidupan didesa,bila malam minggu tiba banyak para ikhwan yg bertandang kerumah akhwat
walaupun bukan pacarnya (istilah anak muda)
bahkan sempat ada salah satu tetangganya yg menuduhnya bertopeng dibalik jilbabnya,hanya karena para ikhwan yg dulu sering bertandang kerumahnya berbalik sering main kerumah ana
tetapi.. ana tetap santai dan tak mempermasalahkannya karena bagi ana.. ikhwan yg datang hanyalah sekedar sahabat,dan ana selalu ditemani ayah/ummi ataupun adiknya sa'at menemui tamunya

Untuk kesekian kalinya.. ana menolak cinta dari ikhwan.. karena, bagi ana.. bila seorang ikhwan mencintai akhwat maka.. ikhwan akan mengajaknya menikah bukan pacaran...
walaupun pengetahuan ana tentang agama pas-pasan tapi ana cukup memegang teguh kesuciannya...
hingga pada suatu hari.. ana mendapat teguran dari sang adik (Risa)

kaka... gara2 kaka menolak orang yang suka ma kaka.. sekarang orang-orang itu mengatakan suka ma adik.. adik merasa terganggu kak.. (keluh adik)
astaghfirullah... kudekati adiku... adik.. ma'afkan kaka,bukan maksud kaka untuk membebanimu.. adik tak perlu menghiraukannya, biarlah... semua pasti akan berlalu.. (jawabku)
sabar ya.. bukankah Allah senantiasa bersama orang2 yg sabar..?

perbincangan kami terputus oleh sebuah salam seorang anak kecil..
assalamu'alaikum mba ana...
wa'alaikumussalam... jawabku bebarengan dgn adik..
mba ana.. teman2 semua dah kumpul dimushola.. kok mba ana lom dateng? ucap anak itu sambil menarik-narik tanganku...

astaghfirullah... aku lupa.. aku lupa kalo tiap jam 3 sore adalah jadwalku mengajar adik2 dimushola..
ma'afin mba ya sayang... sekarang adik kemushola dulu ya,bentar lagi mba datang ok *bujukku*
dan adik kecilpun tersenyum dan melangkah pergi...
kudekati adikku yg masih menunggu kelanjutan pembicara'an kami yg sempat terputus..
kupeluk dia... adik.. kaka sayang ma kamu.. percayalah semua akan baik-baik saja *bisikku padanya*

2jam telah berlalu.. kegiatan belajarpun usai.. seperti biasa.. adik2 sibuk membersihkan mushola..
ada yg nyapu,ada yg ngepel,ada yg merapihkan Alqur'an... tak terasa air mataku jatuh...
ada haru... ada bahagia,aku rindu suasana ngajiku semasa aku masih kecil dulu...
semua telah berubah... teman mengajiku dulu lebih memilih nonton tv dirumah dari pada berbagi ilmu dimushola.. bahkan.. ada yg jadi pecandu alkohol.. (astaghfirullah...) air mataku semakin tak tertahan..
do'aku dalam hati.. semoga kelak.. bila mereka dah dewasa,meraka tetap seperti ini.. gigih,rukun dan berbagi Ilmu.. (amin)

dor! astaghfirullah.. aku dikagetkan oleh suara fitrii.. dia adalah adik santri yg paling manja hehe..
yah.. dia senang bergelayut di tanganku...
mba.. kenap nangis..? ucapnya manja...
gak... mba gk nangis, mba itu seneng lihat kalian adik2 yg manis,baik,pinter pada akur.. kerja sama dalam menjaga kebersihan mushola.. ucapku sambil memeluknya..

mba... nanti kalo mba dah nikah,mba tinggal disini gak? kalo mba pergi kami gimana mba..
gak ada yg ngajar kami lagi,gak ada yg ngajar do'a2,iqro' ataupun PR sekolah..
fitri gk mau kehilangan mba ana.. *ucapnya semakin manja*
fitri sayang.. sa'at ini aja mba gak ada pacar jadi menikahnya masih lama hehe jangan sedih ya,sebisa mungkin mba akan menetap didesa,kalopun mba harus ikut suami,mba akan sering2 datang kesini
jadi..jangan kwawatir,jangan sedih ya... (kami pun berpelukan..)kaya teletabis

Allahu Akbar..Allaahu Akbar..
suara adzan maghrib berkumandang... kami pun mengambil air wudhu.. dan perlahan mushola dipenuhi oleh penduduk desa setempat...
seusai maghrib.. terdengar ada keributan diluar mushola... ternyata ada anak muda berantem
hanya gara2 celananya terkena rokok oleh temannya yang lain..
pak kyai keluar melerai mereka...
astaghfirullah... aku terkejut.. ternyata salah satu diantara mereka adalah anak pak lurah.. yang kebetulan teman sekolahku semasa di SD
Arif... ucapku...
dan arifpun menoleh padaku...
entah kenapa.. arif langsung tertunduk dan berlalu..
hemmm... sesalku..

suasana yg amat aku senangi adalah sa'at dimushola,kami berbagi tugas mengajar
ada yg mengajar do'a-do'a ada yg menceritakan kisah tauladan dan ada juga yg mengajarkan tajwid
selesai mengajar.. maka kami 3 akhwat (ana,zahida dan iffah) ngrumpi sambil menunggu isya;

an... kapan kamu punya laki2 idaman... kita2 kan dah punya, laki2 seperti apa sih yang kamu harapkan..? suara zahida memulai aksi ngrumpi.. iya an.. jangan pilih-pilih tebu lo... entar dapat boleng hehehe *tambah iffah dgn tawa renyahnya*
hemmm... gimana ya.. aku ni kan gak py kelebihan apa2,lain ma kalian.. kalian tu cantik,pinter
jadi.. aku cari laki2 yg mau menerimaku apa adanya.. ingin menjadikan aku yang halal baginya bukan pacarnya.. karena aku tak ingin jadi tempat pelabuhan banyak pria,aku hanya ingin jadi pelabuhan satu pria.. pria yg telah Allah siapkan untukku.. yaitu yang baik menurut Allah.. bukan baik menurutku.. jawabku sambil merangkul 2 sahabatku...

oooo... yang suka ma kamu kan banyak.. tinggal pilih... celoteh zahida diiringi cengar-cengir zahida dan iffah.. yah. mereka berdua mmg suka menggodaku.. tapi aku suka ma mereka...
sedang asyik2nya ngobrol.. tiba2 adikku menghampiriku..
kak... disuruh pulang.. ada tamu penting!
tamu penting...?? siapa dek.. *tanyaku penasaran*
gak tahu.. adik aja lom pernah lihat dia,dia seorang ikhwan.. kayaknya sih mau melamar kaka.. *ucap adik sambil berlalu*
deg..! lamar....?? kata2 adik.. membuat jantungku berdetak lebih cepat,kakiku terasa lemas....
entahlah... aku sendiri tidak tahu.. kenapa aku merasakan sesuatu yg lain...
sementara itu zahida dan iffah asyik menggodaku...
buruan pulang.. terima ya... (goda hida dan iffah)
bismillah... kumelangah menuju kerumah yg kebetulan hanya tinggal menyebrang jalan dari mushola..
ku lihat ada 4 sepeda motor didepan rumahku... langkahku terhenti... gemetar... panas dingin menguasai tubuhku.. Ya Allah.. ada apa denganku... kucoba kuasai diriku.. tapi kakiku masih terasa lemas untuk melangkah.... astaghfirullah.....
anna... tiba2 ada suara ikhwan mengejutkanku...

bersambung

Monday, March 15, 2010

cinta dan kehidupan

Plato bertanya akan cinta dan
kehidupan …

Suatu hari, Plato bertanya pada
gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya menemukannya? Gurunya
menjawab, “Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian
ambillah satu saja ranting. Jika kamu
menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?” Plato
menjawab, “Aku hanya boleh membawa
satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang
paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil
sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya
itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi
pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang
subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon
saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan
apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon
yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa
saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu
memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan
untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan
kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya
itulah perkawinan”

NOTE
Cinta itu semakin dicari, maka semakin
tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam
lubuk hati, ketika dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang
berlebih akan cinta, maka yang didapat
adalah kehampaan… tiada sesuatupun
yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa
tidak dapat diputar mundur. Terimalah
cinta apa adanya.

Pernikahan adalah kelanjutan dari
Cinta. Adalah proses mendapatkan
kesempatan, ketika kita mencari yang
terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya, Ketika kesempurnaan
ingin kita dapatkan, maka sia2lah
waktumu dalam mendapatkan pernikahan
itu, karena, sebenarnya kesempurnaan
itu hampa adanya

saodariku wanita.. fitnahmu ..itu....

Wahai Saudariku…Wanita…
Sungguh engkau makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Maka sungguh kubuat tulisan ini untukmu…karena rasa sayangku padamu…

Wahai Saudariku…Wanita…
Sudahkah engkau faham akan semua ini? Lihatlah rambutmu, para lelaki melihatnya. Mereka terpesona dan timbullah penyakit dalam hati mereka. Lihatlah paha dan betismu, para lelaki memandangnya. Mereka terpana dan langsung dijawab oleh farji-nya. Lihatlah lengkung pinggulmu, para lelaki menyukainya. Mereka enggan melepas pandangan mereka padanya, kecuali setelah nafsunya puas. Perhatikan dadamu, betapa para lelaki menikmati memperhatikannya. Ukhti, perhatikanlah ayat Allah: “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Q.S. Al-Ahzab : 59]

Wahai Saudariku…Wanita…
Apakah engkau telah menutupi rambutmu itu, paha dan betismu itu, lengkung pinggulmu itu? Alhamdulillah.. Tapi… wajahmu itu, Saudariku . Engkau tidak menjaga wajahmu. Engkau mengobral wajahmu. Engkau tidak menundukkan wajahmu. Engkau membiarkan setiap lelaki menikmati wajahmu itu. Wajahmu itu, di tengah balutan jilbab yang anggun, sungguh berbekas di hati-hati para pria. Sekali memandang, sulit dilupakan. Wajahmu nan cerah itu, membuat niat jadi tak ikhlas lagi. Wajahmu nan manis itu, membuat khayalan-khayalan nista di benak kaum adam. Wajahmu nan molek itu, membuatkanmu terekam selalu di memori, selalu teringat, sampai-sampai tak ingat kepada Al Khaliq.

Wahai Saudariku…Wanita...
Sulit bagi para lelaki mengamalkan hadits Nabi “Wahai Ali! Janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya.” (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak) Sedangkan engkau tak menjaga wajahmu. Engkau tak menundukkan wajahmu. Kaum lelaki pun menjadi tak puas hanya pandangan pertama, bahkan mereka mengikuti nafsunya untuk memandang lagi, lagi, dan lagi. Padahal Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah bicara, zina tangan adalah memegang, dan zina kaki adalah melangkah.” (Muttafaq ‘alaih dengan lafazh Muslim)

Wahai Saudariku…Wanita…
Bagaimana mungkin para lelaki dapat menjaga pandangan mereka terhadapmu, sedangkan engkau menampakkan wajahmu di mana-mana. Di TV, engkau jadi pemain sinetron, engkau jadi pembawa berita, engkau jadi pembawa acara. Di kampus, engkau berorasi di hadapan para lelaki, engkau turun ke jalan raya beramai-ramai, engkau lewati kerumunan laki-laki, engkau pasang fotomu di internet, Di FACEBOOK…foto profil dan koleksi foto. Engkau duduk ditengah kerumunan laki-laki, engkau duduk di forum bersama laki-laki, engkau bercanda-ria dan tertawa bersama mereka. Maka bagaimana para lelaki dapat denjaga pandangan darimu? Padahal jelas perintah Allah: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” [Q.S. An-Nur: 30]

Wahai Saudariku…Wanita..
Mengapa engkau sering meremehkan hal ini? Apakah engkau merasa tegar dan kuat? Apakah engkau merasa sudah cukup beriman dan bertaqwa? Apakah engkau merasa sudah cukup shalihah? Sehingga engkau merasa bisa tegar menghadapi fitnah syahwat diantara manusia? SUBHANALLH!!
Perhatikanlah Fudhail bin Iyadh rahimahullah, seorang ‘alim, seorang shalih, ahli ilmu dan ibadah, 40 tahun tak pernah ia telat untuk mendapat shaf pertama dalam shalat, namun ia mengatakan “Sungguh yang yang paling aku takutkan adalah fitnah wanita”. Sungguh beliau sangat memahami sabda Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita” (Muttafaqun ‘alaih)

Wahai Saudariku…Wanita…
Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk saudari-saudarimu sesama muslimah, yang tidak akan timbul fitnah diantara mereka karenanya. Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk suamimu tercinta saja? Suami yang telah Allah ‘Azza Wa Jalla halalkan bagimu untuk memilikimu seutuhnya. Yang ia lebih berhak atas kecantikan dan keindahan tubuhmu. Yang ia pun tak akan rela lelaki lain menikmati memandangi wajah istrinya. Cukupkanlah ia untuk orang-orang yang Allah ‘Azza Wa Jalla perbolehkan atasnya.

Wahai Saudariku…Wanita…
Berhijablah, tundukkanlah, sembunyilah dibalik tabir, malulah. Jangan berikan kerelaan atas sepasang mata lelaki yang memandang wajahmu. Jangan biarkan semakin mengganasnya penyakit hati mereka. Janganlah engkau menjadi salah satu dari golongan wanita penyebab fitnah diantara kaum pria. JANGAN , SAUDARIKU! jagalah wajahmu. “Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (para lelaki)” [Q.S. Al-ahzab : 53]

Akhirnya...kutulis catatan ini untukmu Saudariku...Wanita.....sahabatku...dengan linangan pengharapan...ampuni ya ILAHI...para kaum wanita...

Sunday, March 14, 2010

ketika aku sudah tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu
kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan
mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk
memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk
mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai
belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang
temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.